SURABAYA, PustakaJC.co - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Sumatera Utara berjalan sesuai prosedur dan tercatat secara resmi. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang terkait jumlah kontainer bantuan yang dikirim melalui jalur laut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan kebencanaan ke tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, melalui jalur darat, laut, dan udara. Dilansir dari surabayapagi.com, Kamis, (1/1/2026).
“Untuk Sumatera Utara, sebagian bantuan dikirim melalui jalur laut dari Pelabuhan Perak Surabaya menuju Pelabuhan Belawan menggunakan kapal PELNI,” ujar Satriyo.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan hasil penghimpunan masyarakat Jawa Timur yang dikelola oleh BPBD Jatim dan disalurkan secara resmi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui BPBD setempat.
“Secara administratif, BPBD Provinsi Jawa Timur mengirimkan 10 kontainer bantuan ke Sumatera Utara. Pengiriman dilakukan pada 11 Desember melalui jalur laut,” tegasnya.
Sebelum proses pengiriman, BPBD Jatim telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah tujuan, baik Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat. Setiap distribusi bantuan, lanjut Satriyo, selalu dikonfirmasikan terlebih dahulu terkait jumlah dan jenis logistik yang dikirim.
Terkait informasi yang sempat beredar mengenai perbedaan jumlah kontainer, Satriyo menjelaskan bahwa hasil pengecekan menunjukkan terdapat sembilan kontainer milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang tiba lebih awal di Pelabuhan Belawan, sementara dua kontainer lainnya berasal dari organisasi kemasyarakatan asal Jawa Timur.
“Dari sembilan kontainer milik Pemprov Jatim tersebut, satu kontainer sempat tertahan di Jakarta dan kemudian dikirim melalui kapal berikutnya. Dengan demikian, total bantuan resmi dari BPBD Jawa Timur tetap berjumlah 10 kontainer,” jelasnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak mengetahui adanya tambahan kontainer di luar jumlah tersebut.
“Yang jelas, secara resmi BPBD Jawa Timur hanya mengirim 10 kontainer bantuan. Di luar itu bukan bagian dari pengiriman kami,” ujarnya.
Meski demikian, koordinasi dan komunikasi antara BPBD Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus dilakukan secara intensif, baik sebelum maupun setelah proses pengiriman bantuan.
Dalam kesempatan itu, Satriyo juga menekankan pentingnya tertib administrasi dan akuntabilitas dalam penanganan kebencanaan. Menurutnya, setiap bantuan yang masuk dan keluar harus tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Tidak ada bantuan yang keluar atau masuk tanpa pencatatan. Ini merupakan tanggung jawab kami, baik secara kelembagaan maupun moral,” katanya.
Ia menambahkan, BPBD Jawa Timur berkomitmen menjaga prinsip kemanusiaan dan memastikan tidak ada pengurangan terhadap bantuan masyarakat.
“Baik BPBD Jawa Timur maupun BPBD Sumatera Utara sama-sama bekerja atas dasar kemanusiaan, sehingga administrasi harus dijaga dengan baik,” imbuhnya.
Secara keseluruhan, pendistribusian bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD dilakukan dalam enam tahap dengan total volume mencapai 317,237 ton, menggunakan jalur udara, laut, dan darat.
Pada tahap awal, pengiriman difokuskan melalui jalur udara guna mempercepat penanganan darurat, yakni Tahap I melalui Bandara Juanda Surabaya sebesar 26,500 ton, Tahap II melalui Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 61,687 ton, serta Tahap V melalui Bandara Soekarno-Hatta sebesar 1,950 ton.
Sementara itu, jalur laut menjadi penopang distribusi skala besar pada Tahap III, dengan melibatkan KRI yang mengangkut 17,241 ton, serta kapal PELNI yang membawa 10 kontainer bantuan khusus untuk Sumatera Utara dengan total muatan mencapai 84,315 ton.
Distribusi melalui jalur darat dilakukan pada Tahap IV dan Tahap VI dengan fokus wilayah Sumatera. Tahap IV mencakup pengiriman ke Sumatera Utara dan Padang seberat 14,025 ton. Sedangkan Tahap VI menjadi pengiriman darat terbesar yang mencakup Sumatera Barat dengan 9 truk bermuatan 40,489 ton, serta beberapa wilayah di Aceh.
Sebaran bantuan di Aceh meliputi wilayah induk sebesar 18,657 ton, Aceh Tamiang 13,555 ton, Gayo Lues 14,978 ton, dan Pidie Jaya 23,840 ton.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Jawa Timur atas partisipasi dan kepedulian dalam membantu saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh melalui BPBD Jawa Timur,” pungkas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur itu. (ivan)