Ia mengakui sepanjang 2025 masih terdapat sejumlah tantangan, khususnya pada realisasi belanja modal. Karena itu, evaluasi dilakukan melalui dua pendekatan, yakni inward looking dan outward looking.
Inward looking difokuskan pada pembenahan internal tata kelola pemerintahan, sementara outward looking diarahkan pada peningkatan kualitas realisasi anggaran agar lebih berdampak langsung bagi masyarakat.
“Realisasi anggaran tidak hanya harus maksimal secara administratif, tetapi juga signifikan dampaknya. Masyarakat harus benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya.