SURABAYA, PustakaJC.co - Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, menilai pemerataan akses pendidikan menengah atas di Kota Surabaya masih menghadapi persoalan serius. Sejumlah wilayah padat penduduk belum memiliki SMA/SMK negeri, sehingga memaksa siswa menempuh jarak jauh untuk bersekolah.
Hal itu disampaikan Musyafak usai kegiatan reses Masa Sidang II Tahun Sidang 2025–2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) I Surabaya, Senin, (9/2/2026) malam. Ia mencontohkan kawasan Dukuh Pakis yang berada di pusat kota, namun hingga kini belum memiliki SMA/SMK negeri. Dilansir dari jatimpos.co, Selasa, (10/2/2026).
“Wilayahnya terlihat maju, banyak gedung tinggi, tapi sekolah menengah negerinya tidak ada. Akhirnya anak-anak harus sekolah jauh, melewati jalan raya yang ramai dan itu berisiko,” ujar Musyafak.