Gubernur Khofifah Apresiasi Wisata Edukasi Digital GUS Gresik di Balongpanggang

pemerintahan | 04 Januari 2026 18:56

Gubernur Khofifah Apresiasi Wisata Edukasi Digital GUS Gresik di Balongpanggang
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi destinasi wisata edukasi Gresik Universal Sains (GUS) di Kecamatan Balongpanggang. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi tinggi terhadap destinasi wisata edukatif Gresik Universal Sains (GUS) di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Minggu, (4/1/2026).

 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung konsep wisata literasi digital yang mengintegrasikan edukasi, sejarah, budaya, dan nilai religius khas Gresik dalam satu kawasan berbasis teknologi. Dilansir dari gresiksatu.com, Minggu, (4/1/2026).

 

Menariknya, Gubernur Khofifah menuju lokasi menggunakan Bus Trans Jatim dari Terminal Bunder dan turun langsung di kawasan GUS Balongpanggang sebagai bentuk dukungan terhadap integrasi transportasi publik dan destinasi wisata.

 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa kunjungan Gubernur bertepatan dengan hari terakhir soft opening gratis GUS bagi masyarakat.

 

 

“Hari ini hari terakhir soft opening gratis. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tercatat sekitar 3.500 pengunjung hadir selama masa pembukaan,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani.

 

 

Ia menjelaskan, GUS merupakan wisata literasi digital dengan durasi kunjungan sekitar 10 menit di setiap ruangan. Pengunjung disuguhkan sejarah Gresik, kuliner khas, potensi wisata, hingga seni damar kurung yang dipadukan dengan teknologi modern.

 

Gubernur Khofifah menilai nilai utama GUS terletak pada gagasan besar literasi digital berbasis edukatif-religius yang dinilainya visioner.

 

“Ide ini yang mahal. Seluruh potensi Gresik—mulai religius, heritage, budaya, kuliner, hingga mata pencaharian warga—disajikan secara utuh dan menarik,” tuturnya.

 

 

Menurut Khofifah, GUS berpotensi menjadi rujukan daerah lain dalam menyajikan literasi sejarah dan budaya berbasis digital terintegrasi. Ia juga memberi perhatian khusus pada ruang damar kurung karya Masmundari yang dinilai memiliki kekuatan besar bagi generasi muda Gresik.

 

“Tempat ini disiapkan secara profesional dan akan terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi digital,” pungkasnya. (ivan)