Khofifah Matangkan Diplomasi Ekonomi Jatim–Tiongkok Lewat Beasiswa hingga Ekspor Sarang Walet

pemerintahan | 06 Januari 2026 05:45

Khofifah Matangkan Diplomasi Ekonomi Jatim–Tiongkok Lewat Beasiswa hingga Ekspor Sarang Walet
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansaditemani Anggota DPD RI, Lia Istifhama saat memenuhi undangan dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan memenuhi undangan Konsul Jenderal RRT Ye Su di Kediaman Konsulat Jenderal RRT Surabaya. (doklensajatim)

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkuat kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan memenuhi undangan Konsul Jenderal RRT Ye Su di Kediaman Konsulat Jenderal RRT Surabaya, Sabtu, (3/1/2026).

 

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting penguatan hubungan bilateral, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), pendidikan vokasi, serta penguatan sektor ekonomi unggulan Jawa Timur. Dilansir dari lensajatim.id, Selasa, (6/1/2026).

 

Dalam agenda pembahasan, Khofifah menyoroti program beasiswa bagi pelajar Jawa Timur, peningkatan kompetensi guru SMK, serta penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri global dan perkembangan teknologi.

 

Selain sektor pendidikan, kerja sama di bidang manufaktur juga menjadi perhatian. Jawa Timur dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat industri nasional yang potensial dikembangkan melalui kolaborasi investasi, alih teknologi, dan penguatan rantai pasok dengan mitra industri dari Tiongkok.

 

 

 

Peluang ekspor sarang burung walet asal Jawa Timur ke pasar Tiongkok turut dibahas. Komoditas bernilai ekonomi tinggi ini dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal dan UMKM, asalkan didukung regulasi yang jelas serta kerja sama perdagangan yang berkelanjutan.

 

Gubernur Khofifah menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk terus membuka ruang kolaborasi internasional yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM, daya saing industri daerah, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

 

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI Lia Istifhama. Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Lia, kerja sama lintas negara harus memberikan manfaat konkret bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya generasi muda dan pelaku usaha lokal.

 

“Penguatan kerja sama dengan Tiongkok adalah investasi jangka panjang, bukan hanya ekonomi, tetapi juga investasi SDM. Program beasiswa, peningkatan kompetensi guru SMK, hingga akses ekspor seperti sarang walet adalah langkah nyata yang menyentuh kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

 

 

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan penguatan regulasi agar kolaborasi internasional tetap berpihak pada kepentingan daerah.

 

“Jawa Timur harus ditempatkan bukan hanya sebagai pasar, tetapi sebagai pelaku utama dalam rantai ekonomi global,” tegasnya.

 

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Diharapkan, kerja sama antara Jawa Timur dan RRT dapat segera terealisasi secara konkret dan berkelanjutan di berbagai sektor strategis. (ivan)