Transportasi Jawa Timur Turun pada November, BPS Catat Pelemahan Bulanan

pemerintahan | 07 Januari 2026 05:29

Transportasi Jawa Timur Turun pada November, BPS Catat Pelemahan Bulanan
Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Zulkipli. (dok bhirawa)

SURABYA, PustakaJC.co – Kinerja sektor transportasi di Jawa Timur mengalami pelemahan secara bulanan pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat penurunan terjadi pada moda udara, laut, hingga kereta api dibandingkan Oktober 2025.

 

Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli, menjelaskan jumlah kedatangan penumpang angkutan udara domestik pada November 2025 tercatat 472,35 ribu orang, turun 8,62 persen secara month-to-month (m-to-m). Sementara penumpang yang berangkat mencapai 488,76 ribu orang, atau turun 7,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Rabu, (7/1/2026).

 

“Penurunan ini dipengaruhi faktor musiman. Namun secara tahunan, kinerja angkutan udara domestik masih menunjukkan pertumbuhan,” ujar Zulkipli saat menyampaikan Berita Resmi Statistik, Senin, (5/1/2026).

 

 

Secara year-on-year (y-on-y), jumlah penumpang udara domestik yang berangkat meningkat 15,20 persen, sedangkan kedatangan tumbuh 2,44 persen dibandingkan November 2024. Bandara Juanda Surabaya masih mendominasi pergerakan penumpang dengan kontribusi lebih dari 94 persen.

 

Pada moda angkutan laut, jumlah kedatangan penumpang pelayaran domestik tercatat 72,09 ribu orang, turun 22,99 persen secara bulanan. Penumpang yang berangkat juga menurun 22,13 persen menjadi 72,64 ribu orang.

 

Meski demikian, secara tahunan kedatangan penumpang laut domestik masih tumbuh 22,14 persen. Dari sisi logistik, volume barang yang dimuat melalui pelayaran domestik tercatat 3,00 juta ton, turun 4,32 persen, sementara barang yang dibongkar turun 13,63 persen menjadi 2,91 juta ton.

 

 

 

Sementara itu, moda transportasi darat juga mengalami penurunan. Jumlah penumpang kereta api di Jawa Timur pada November 2025 mencapai 2,20 juta orang, turun 3,61 persen dibandingkan Oktober 2025. Penurunan terjadi pada kereta kelas lokal maupun kelas utama, meski kereta lokal masih mendominasi dengan porsi sekitar 60 persen.

 

Zulkipli menambahkan, penurunan aktivitas transportasi secara bulanan merupakan pola yang lazim terjadi di luar periode libur panjang menjelang akhir tahun.

 

“Data ini penting sebagai indikator untuk membaca dinamika mobilitas masyarakat dan pergerakan logistik di Jawa Timur,” pungkasnya. (ivan)