Libur Nataru 2026, Pergerakan Wisatawan ke Jatim Tembus 10 Juta Lebih

pemerintahan | 07 Januari 2026 13:35

Libur Nataru 2026, Pergerakan Wisatawan ke Jatim Tembus 10 Juta Lebih
Gubernur Jatim Khofifah. (dok detik)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Jawa Timur kian mengukuhkan diri sebagai magnet wisata nasional. Selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), pergerakan wisatawan ke Jawa Timur menembus 10 juta lebih.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian ini menunjukkan tren positif sektor pariwisata Jatim yang terus tumbuh. Dilansir dari detik.com, Rabu, (7/11/2026).

 

“Alhamdulillah, Jawa Timur tetap menjadi magnet wisatawan saat libur Nataru, bahkan jumlahnya terus meningkat,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa, (6/1/2026).

 

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim hingga 4 Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 10.004.117 orang.

Rinciannya, wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 9.979.142 orang, sedangkan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat 26.035 orang. Angka ini masih berpotensi bertambah.

 

 

Khofifah menilai peningkatan wisman tak lepas dari dukungan infrastruktur, terutama konektivitas jalan tol yang semakin optimal.

 

“Akses Surabaya–Banyuwangi kini bisa ditempuh sekitar lima jam. Ke Malang Raya bahkan hanya satu hingga satu setengah jam,” jelasnya.

 

Selama libur Nataru, destinasi favorit wisman antara lain Air Terjun Tumpak Sewu, TNBTS (Bromo Tengger Semeru), Teras Semeru, Taman Nasional Baluran, dan Florawisata San Terra.

 

Sementara destinasi favorit wisnus didominasi wisata keluarga dan ikon daerah, seperti Kebun Binatang Surabaya, Telaga Sarangan, Gronjong Wariti Kediri, Desa Wisata Sidomulyo Kota Batu, serta Monumen SLG Kediri.

 

 

Selain itu, kawasan Bromo, Ijen, pantai, dan taman nasional tetap menjadi tujuan utama wisatawan.

 

Khofifah mengapresiasi peran bupati dan wali kota di Jatim yang terus melakukan penataan kawasan wisata demi kenyamanan pengunjung.

 

Ke depan, Pemprov Jatim berkomitmen memperkuat promosi, khususnya untuk menarik lebih banyak wisman, serta memperkuat kolaborasi dengan PHRI se-Jawa Timur dalam penyusunan paket wisata terintegrasi.

 

“Jawa Timur punya lanskap alam pegunungan kelas dunia. Bromo dan Ijen menjadi daya tarik utama wisatawan,” pungkas Gubernur Jatim itu. (ivan)