Pertemuan tersebut juga membahas peluang pengembangan pendidikan vokasi. Khofifah menyampaikan ketertarikan Jawa Timur terhadap sistem pendidikan vokasi di Jerman yang dinilai maju dan terintegrasi dengan kebutuhan industri, termasuk kemungkinan program kursus singkat bagi guru dan siswa.
“Kami ingin menyiapkan sumber daya manusia yang benar-benar siap kerja. Sistem vokasi Jerman menjadi referensi penting bagi penguatan pendidikan vokasi di Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Sementara itu, Ralf Beste menyatakan bahwa Jerman bersama Uni Eropa membuka ruang kerja sama yang luas dengan Jawa Timur dan Surabaya. Ia menyebut Jerman telah terlibat dalam berbagai proyek strategis di sektor transportasi publik, pengelolaan sampah, dan kesehatan.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur atas kepercayaannya kepada Jerman. Kami siap mendukung ambisi Jawa Timur dan Surabaya dalam meningkatkan pelayanan publik, terutama transportasi massal, serta berkontribusi dalam upaya penanganan perubahan iklim,” pungkas Ralf Beste. (ivan)