SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste bersama delegasi Kedutaan Besar Jerman dan Uni Eropa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, (9/1/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Jawa Timur.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah pengembangan transportasi publik di kawasan aglomerasi Surabaya Raya, termasuk rencana pembangunan Surabaya Regional Railway Line atau SRRL. Khofifah menilai proyek ini menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab persoalan mobilitas masyarakat perkotaan. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (10/1/2026).
“Ini menjadi bagian sangat penting karena transportasi publik di area aglomerasi Surabaya ini memang harus dicarikan solusi. Mudah-mudahan semua berjalan lancar. Insya Allah 2027 akan dilakukan groundbreaking,” ujar Khofifah.
Berdasarkan data proyek, tahap awal SRRL direncanakan mencakup jalur Gubeng hingga Sidoarjo dengan panjang sekitar 22 kilometer. Proyek ini memiliki nilai total sekitar 297 juta euro atau setara lebih dari Rp5 triliun.
Pendanaan proyek tersebut terdiri atas pinjaman lunak sebesar 230 juta euro, hibah 6 juta euro dari KfW Jerman, serta dana pendamping sebesar 61 juta euro dari Pemerintah Indonesia. Setelah beroperasi, layanan ini ditargetkan mampu melayani lebih dari 200 ribu penumpang setiap hari.
Selain sektor transportasi, Khofifah menyampaikan bahwa pertemuan tersebut juga membahas penanganan perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan, termasuk proyek pengolahan sampah yang saat ini tengah berproses di kawasan Supit Urang.
Di bidang kesehatan, Khofifah berharap dukungan Jerman tidak hanya terbatas pada penyediaan alat dan teknologi medis, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Mentoring dokter spesialis sangat penting agar layanan kesehatan di Jawa Timur semakin maju dan merata,” katanya.
Ia menambahkan, Jawa Timur memiliki RSUD Dr. Soetomo sebagai rumah sakit terbesar di Indonesia. Menurut Khofifah, penguatan kerja sama internasional di sektor kesehatan diyakini dapat meningkatkan kualitas layanan rumah sakit rujukan tersebut.
Pertemuan tersebut juga membahas peluang pengembangan pendidikan vokasi. Khofifah menyampaikan ketertarikan Jawa Timur terhadap sistem pendidikan vokasi di Jerman yang dinilai maju dan terintegrasi dengan kebutuhan industri, termasuk kemungkinan program kursus singkat bagi guru dan siswa.
“Kami ingin menyiapkan sumber daya manusia yang benar-benar siap kerja. Sistem vokasi Jerman menjadi referensi penting bagi penguatan pendidikan vokasi di Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Sementara itu, Ralf Beste menyatakan bahwa Jerman bersama Uni Eropa membuka ruang kerja sama yang luas dengan Jawa Timur dan Surabaya. Ia menyebut Jerman telah terlibat dalam berbagai proyek strategis di sektor transportasi publik, pengelolaan sampah, dan kesehatan.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur atas kepercayaannya kepada Jerman. Kami siap mendukung ambisi Jawa Timur dan Surabaya dalam meningkatkan pelayanan publik, terutama transportasi massal, serta berkontribusi dalam upaya penanganan perubahan iklim,” pungkas Ralf Beste. (ivan)