SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase 1 rute Gubeng–Wonokromo–Sidoarjo akan mulai dibangun pada 2027.
Kepastian itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai pertemuan dengan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, (9/1/2026).
Khofifah menegaskan, proyek SRRL menjadi solusi strategis untuk menjawab kebutuhan transportasi publik di kawasan Aglomerasi Surabaya Raya yang selama ini menghadapi persoalan kemacetan dan mobilitas tinggi. Dilansir dari suarasurabaya.net, Sabtu, (10/1/2026).
“Transportasi publik di kawasan aglomerasi memang harus segera dicarikan solusi. Insya Allah tahun 2027 dilakukan ground breaking,” ujar Khofifah.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas penguatan kerja sama di sektor transportasi publik, kesehatan, dan pendidikan, termasuk dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Jerman dan Uni Eropa melalui KfW Development Bank.
SRRL Fase 1 telah masuk dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029 dan berproses sejak 2020 melalui Blue Book Bappenas 2020–2024. Pada 30 Juni 2025, Pemprov Jatim resmi menandatangani loan agreement senilai 297 juta euro dengan KfW.
Proyek ini mencakup elektrifikasi dan jalur ganda sepanjang sekitar 22 kilometer, dengan target angkutan lebih dari 200 ribu penumpang per hari. Dalam dua tahun pertama, SRRL diproyeksikan memberi manfaat bagi lebih dari 1,3 juta penduduk, sekaligus menekan kemacetan dan biaya logistik.
Sementara itu, Dubes Jerman Ralf Beste menyatakan komitmen negaranya untuk mendukung pengembangan transportasi publik di Jawa Timur.
“Kami siap mendukung Jawa Timur dan Surabaya sebagai daerah berpengaruh dan game changer di Indonesia,” tambah Dubes Jerman itu. (ivan)