Rupiah Hampir Rp17.000, Menkeu Purbaya Pastikan Ekonomi Tetap Kuat

pemerintahan | 20 Januari 2026 05:52

 

Menkeu juga membantah anggapan bahwa pelemahan rupiah terkait penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Menurutnya, kekhawatiran pasar soal independensi bank sentral tidak beralasan.

 

Selain faktor domestik, pengamat pasar mata uang Ibrahim Assuaibi menilai tekanan rupiah juga dipengaruhi sentimen global. Ancaman tarif 10 persen dari Presiden AS Donald Trump terhadap delapan negara Eropa yang menentang rencana akuisisi Greenland, serta keraguan pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve dua kali tahun ini, menjadi pemicu tekanan mata uang.

 

Meski ada sentimen global, Purbaya menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan, sehingga nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali menguat dalam waktu dekat.

 

Pada penutupan perdagangan di Jakarta, rupiah melemah 68 poin atau 0,40 persen dari posisi sebelumnya Rp16.887 menjadi Rp16.955 per dolar AS. (ivan)