Lebih lanjut, Gus Kautsar menegaskan bahwa ketika seorang pemimpin menjalankan amanah dengan baik, peduli kepada rakyat, dan menjaga akhlaknya, maka masyarakat berkewajiban untuk mendoakan dan mengapresiasinya. Namun jika memperoleh pemimpin yang belum amanah, masyarakat tetap dianjurkan untuk mendoakan agar diberikan petunjuk oleh Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Gus Kautsar juga mengulas peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar diwajibkannya salat lima waktu. Ia menekankan bahwa salat harus dimaknai sebagai fondasi dalam membangun keimanan, akhlak, serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Menutup tausiyahnya, Gus Kautsar berpesan agar setiap orang menjaga perilaku agar tidak menyakiti orang lain. “Jika tidak mampu berbuat baik, paling tidak pastikan kita tidak menyakiti dan tidak merugikan orang lain,” pungkasnya.
Ia pun mendoakan agar seluruh masyarakat dan para pemimpin Jawa Timur senantiasa diberikan kesehatan, bimbingan, serta keberkahan, sehingga Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah selalu dirahmati Allah SWT. (ivan)