SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Tahun 2026 yang digelar di Islamic Center Jawa Timur, Senin, (19/1/2026) malam. Kegiatan tersebut menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Kiai Muhammad Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar, sebagai penceramah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan Isra Mikraj dalam suasana khidmat dan penuh berkah. Ia mengapresiasi kehadiran Gus Kautsar yang diharapkan dapat memberikan pencerahan keagamaan serta memperkuat nilai spiritual masyarakat Jawa Timur. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Selasa, (20/1/2026).
Memasuki tahun 2026, Adhy mengajak seluruh aparatur sipil negara dan jajaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat komitmen pelayanan publik. Ia menegaskan pentingnya menjalankan birokrasi yang akuntabel serta memastikan program-program pemerintah benar-benar berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Tahun ini tantangan pembangunan cukup besar di tengah berbagai keterbatasan. Namun hal tersebut tidak boleh mengurangi komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Adhy.
Adhy juga mengajak masyarakat Jawa Timur untuk terus berdoa agar provinsi ini senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, terhindar dari berbagai bencana, serta seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Dalam tausiyahnya, Gus Kautsar menyampaikan pesan mendalam tentang makna keimanan. Menurutnya, keimanan seseorang belum dapat dikatakan sempurna apabila kebahagiaan, harapan, dan cita-cita hanya dirasakan oleh diri sendiri tanpa mampu dirasakan oleh orang lain.
“Kita tidak akan pernah istimewa keimanannya sampai benar-benar memiliki kepekaan, kepedulian, dan kasih sayang terhadap sesama,” ujar Gus Kautsar di hadapan jamaah.
Ia menegaskan bahwa Allah SWT menghendaki manusia untuk membangun kepekaan sosial, kepedulian, serta kasih sayang antarsesama sebagai bagian penting dari pengamalan iman dalam kehidupan sehari-hari.
Gus Kautsar juga menyampaikan rasa bangga terhadap budaya berbagi yang tumbuh di Jawa Timur. Ia mencontohkan kebiasaan Gubernur Khofifah yang kerap mengajak berbagi dan memberikan santunan kepada anak yatim dalam setiap kegiatan. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan amal jariyah yang membawa keberkahan.
“Saya bersyukur Jawa Timur memiliki budaya yang baik. Ini menjadi jariyah dari Bu Khofifah dan semoga membawa berkah bagi Jawa Timur dan Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Gus Kautsar menegaskan bahwa ketika seorang pemimpin menjalankan amanah dengan baik, peduli kepada rakyat, dan menjaga akhlaknya, maka masyarakat berkewajiban untuk mendoakan dan mengapresiasinya. Namun jika memperoleh pemimpin yang belum amanah, masyarakat tetap dianjurkan untuk mendoakan agar diberikan petunjuk oleh Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Gus Kautsar juga mengulas peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar diwajibkannya salat lima waktu. Ia menekankan bahwa salat harus dimaknai sebagai fondasi dalam membangun keimanan, akhlak, serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Menutup tausiyahnya, Gus Kautsar berpesan agar setiap orang menjaga perilaku agar tidak menyakiti orang lain. “Jika tidak mampu berbuat baik, paling tidak pastikan kita tidak menyakiti dan tidak merugikan orang lain,” pungkasnya.
Ia pun mendoakan agar seluruh masyarakat dan para pemimpin Jawa Timur senantiasa diberikan kesehatan, bimbingan, serta keberkahan, sehingga Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah selalu dirahmati Allah SWT. (ivan)