Memasuki tahun 2026, Pemkot Surabaya menargetkan jumlah pendampingan yang sama sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yakni 5.250 UMKM. Namun, fokus utama tidak hanya pada jumlah, melainkan peningkatan kualitas produk dan kenaikan omzet pelaku usaha.
“Target jumlahnya sama, tetapi tahun ini kami menekankan pendampingan agar produk UMKM lebih berkualitas dan omzetnya meningkat,” imbuhnya.
Program tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh para pedagang di Sentra Wisata Kuliner (SWK). Salah satunya Mila Via (48), pemilik stan Angkringan Bestie di SWK Bendul Merisi. Ia mengaku sangat terbantu dengan fasilitas dan legalitas gratis dari Pemkot Surabaya.
“Rombong, meja kursi, listrik, air, hingga Wi-Fi disediakan. NIB dan sertifikat halal juga diuruskan secara kolektif dan gratis. Ini sangat meringankan,” kata Mila.