Selain fasilitas fisik, berbagai event yang digelar Pemkot Surabaya turut berdampak pada peningkatan penjualan. Stan Mila bahkan pernah meraih Juara 1 lomba kuliner antar-SWK dalam kegiatan yang digelar Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Hal serupa dirasakan M. Zainal Abidin (55), pedagang soto dan mie ayam yang telah berjualan di SWK Bendul Merisi sejak 2007. Meski sempat mengalami penurunan omzet pascapandemi, bantuan sarana dan legalitas gratis membuat usahanya tetap bertahan.
“Semuanya gratis, dari rombong sampai sertifikat halal. Modal saya hanya untuk bahan baku. Ini sangat membantu pedagang kecil,” ujarnya. Saat ini, omzet Zainal mencapai sekitar Rp5 juta per bulan.
Melalui program legalitas gratis ini, Pemkot Surabaya berharap UMKM dan pedagang SWK tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dengan produk yang terstandar, legal, dan memiliki daya saing kuat di tengah persaingan pasar. (ivan)