ASBF Jatim Resmi Terbentuk, UMKM Diperkuat Lewat Ekosistem Digital

pemerintahan | 23 Januari 2026 06:07

ASBF Jatim Resmi Terbentuk, UMKM Diperkuat Lewat Ekosistem Digital
Pengurus Asia Small Business Federation (ASBF) Jawa Timur saat beraudiensi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dr. Endy Alim Abdi Nusa, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin di Surabaya, Kamis, (22/1/2026), membahas penguatan UMKM melalui pengembangan ekosistem dan talenta digital.

SURABAYA, PustakaJC.co – Asia Small Business Federation (ASBF) Jawa Timur resmi terbentuk dan memasuki fase penguatan kelembagaan setelah penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan serta audiensi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Kamis, (22/1/2026).

 

Audiensi tersebut menjadi langkah awal penyelarasan peran ASBF Jawa Timur dengan agenda pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan koperasi dan UMKM melalui kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan ekosistem digital. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (23/1/2026).

 

Dalam struktur kepengurusan, Dr. Meithiana Indrasari kembali dipercaya sebagai Chief Executive Regional ASBF Jawa Timur. Kepemimpinan ini melanjutkan pendekatan kolaboratif yang menekankan penguatan kapasitas usaha, peningkatan daya saing, serta pembangunan ekosistem UMKM yang adaptif terhadap perubahan ekonomi dan teknologi.

 

“UMKM tidak cukup hanya bertambah jumlahnya, tetapi juga harus tumbuh kualitasnya. ASBF hadir untuk berjalan bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam memperkuat kapasitas, daya saing, dan keberlanjutan small business,” ujar Meithiana.

 

 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa menyampaikan bahwa pihaknya menyambut positif kehadiran ASBF Jawa Timur sebagai mitra kolaboratif. Ia menegaskan keterbukaan Pemprov Jatim untuk membangun kemitraan yang produktif dan berdampak langsung dalam mendorong koperasi dan UMKM agar mampu naik kelas serta memiliki daya saing berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota.

 

Dukungan serupa juga disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP. Ia menyatakan kesiapan Kominfo Jatim untuk berkolaborasi dalam pengembangan talenta digital, peningkatan literasi digital pelaku usaha, serta pemanfaatan ekosistem digital sebagai penopang penguatan UMKM. Transformasi digital, menurutnya, perlu dilakukan secara inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

 

Ke depan, ASBF Jawa Timur akan mengarahkan program pada penguatan city branding dan communal branding guna mempertegas identitas serta keunggulan daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun positioning yang jelas bagi setiap kabupaten dan kota sekaligus meningkatkan daya tarik produk dan jasa unggulan daerah.

 

 

 

Selain itu, ASBF Jawa Timur juga mendorong pengembangan talenta digital berbasis small business sebagai respons terhadap kebutuhan transformasi ekonomi digital, agar pelaku usaha tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara strategis.

 

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan profesionalisme pelaku usaha, ASBF Jawa Timur menyiapkan sertifikasi kompetensi nasional dan internasional untuk meningkatkan kredibilitas, standardisasi kemampuan, serta membuka peluang jejaring usaha lintas daerah dan lintas negara.

 

Penguatan kelembagaan akan dilanjutkan melalui pelantikan dan pengukuhan kepengurusan ASBF Jawa Timur serta 38 kabupaten dan kota yang direncanakan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna memastikan kesinambungan koordinasi dan sinergi program di tingkat daerah.

 

 

Sebagai organisasi bisnis berskala internasional yang telah aktif di 18 negara kawasan Asia dan Asia Pasifik, kehadiran ASBF Jawa Timur menjadi bagian dari jejaring global dalam pertukaran praktik baik, peningkatan kapasitas, serta penguatan daya saing UMKM di tingkat regional maupun global.

 

Audiensi ini juga melibatkan perwakilan media, praktisi branding, serta advisor ASBF sebagai upaya membangun ruang kolaborasi antara kebijakan publik, dunia usaha, akademisi, dan komunikasi strategis.

 

Melalui sinergi tersebut, ASBF Jawa Timur diharapkan mampu berperan sebagai mitra strategis dalam mendorong UMKM Jawa Timur tumbuh berkelanjutan dan memiliki daya saing yang semakin kuat. (ivan)