Pemprov Jatim Perbaiki Drainase dan Irigasi Pascabanjir Situbondo

pemerintahan | 26 Januari 2026 05:59

Pemprov Jatim Perbaiki Drainase dan Irigasi Pascabanjir Situbondo
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Mas Rio dan Wabup Mbak Ulfi, saat meninjau sungai Lubawang, Situbondo. (dok bhirawa)

 

SITUBONDO, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menangani dampak banjir bandang di Kabupaten Situbondo. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau lokasi terdampak di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Jumat, (23/1/2026).

 

Didampingi Bupati Situbondo Yusuf Wahyu Rio Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah, Gubernur Khofifah menyapa warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan. Ia menegaskan, langkah cepat ini merupakan respons Pemprov Jatim terhadap meningkatnya bencana hidrometeorologi. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Senin, (26/1/2026).

 

“Ini respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Situbondo,” tegas Khofifah.

 

 

Pemprov Jatim juga akan melakukan normalisasi sungai di Kecamatan Mlandingan dan Kendit, serta menambah bronjong berlapis di sepanjang Sungai Lubawang untuk memperkuat tebing sungai. Selain itu, pengerukan sungai menggunakan alat berat direncanakan, meski masih menunggu pembahasan teknis akses dengan Pemkab Situbondo.

 

Tak hanya fokus pada infrastruktur, Pemprov Jatim turut memulihkan sektor pertanian yang terdampak banjir pada 21 Januari 2026. Perbaikan saluran irigasi dilakukan pada 24–26 Januari 2026 untuk memastikan suplai air kembali normal.

 

“Perbaikan irigasi kami targetkan selesai dalam tiga hari agar aktivitas petani tidak terganggu,” ujar Gubernur Jatim itu.

 

 

Perbaikan tersebut menyasar lahan pertanian seluas 1.336 hektare di delapan desa, yakni Gunung Putri, Selomukti, Trebungan, Sumberpinang, Mlandingan, Selowogo, Bungatan, dan Pasir Putih. Sebanyak 31 personel dikerahkan dengan dukungan alat berat, termasuk ekskavator dan dump truck.

 

Khofifah juga mengungkapkan, potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur meningkat signifikan dari 20 persen pada Desember 2025 menjadi 58 persen di Januari 2026. Pemprov Jatim pun melakukan modifikasi cuaca di dua hingga tiga titik untuk meminimalkan risiko bencana.

 

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Wahyu Rio Prayogo mengapresiasi kehadiran langsung Gubernur Khofifah di lokasi bencana.

 

“Atas nama Pemkab Situbondo dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan langkah cepat Pemprov Jawa Timur,” tambahnya. (ivan)