Perbaikan tersebut menyasar lahan pertanian seluas 1.336 hektare di delapan desa, yakni Gunung Putri, Selomukti, Trebungan, Sumberpinang, Mlandingan, Selowogo, Bungatan, dan Pasir Putih. Sebanyak 31 personel dikerahkan dengan dukungan alat berat, termasuk ekskavator dan dump truck.
Khofifah juga mengungkapkan, potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur meningkat signifikan dari 20 persen pada Desember 2025 menjadi 58 persen di Januari 2026. Pemprov Jatim pun melakukan modifikasi cuaca di dua hingga tiga titik untuk meminimalkan risiko bencana.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Wahyu Rio Prayogo mengapresiasi kehadiran langsung Gubernur Khofifah di lokasi bencana.
“Atas nama Pemkab Situbondo dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan langkah cepat Pemprov Jawa Timur,” tambahnya. (ivan)