MALANG, PustakaJC.co – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Timur menggelar rapat pembahasan realisasi kinerja tahun 2025 sekaligus penyusunan program kerja 2026, Selasa, (27/1/2026), di Malang.
Rapat dipimpin Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur, Moch. Devis Susandika, bersama Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Petrus Endria Effendhi. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Rabu, (28/1/2026).
Kegiatan ini diikuti perwakilan TPID dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur.
Moch. Devis menjelaskan, arah program kerja TPID Jatim 2026 difokuskan pada sejumlah langkah strategis, seperti penguatan operasi pasar, koordinasi kebijakan administered prices, peningkatan produktivitas pertanian dan infrastruktur irigasi, serta penguatan kelembagaan dan pembiayaan petani.
Selain itu, TPID juga mendorong penguatan sumber daya manusia pertanian, kerja sama antar daerah, penyediaan sarana transportasi, peningkatan kualitas infrastruktur produksi dan konektivitas, penguatan koordinasi pusat–daerah, peningkatan kualitas data, pengendalian ekspektasi inflasi, hingga peningkatan kapasitas pejuang inflasi.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa capaian kinerja TPID OPD sepanjang 2025 dinilai sesuai target, bahkan sejumlah indikator tercatat melampaui sasaran. Sementara target tahun 2026 ditetapkan secara variatif, menyesuaikan dengan efisiensi dan prioritas masing-masing OPD.
Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur sebagai bagian dari TPID turut melaporkan capaian positif. Pada program pengendalian ekspektasi inflasi, Kominfo Jatim berhasil memproduksi 58 konten publikasi, melampaui target 25 konten. Selain itu, optimalisasi portal Satu Data Jawa Timur juga mencatat keterisian data sektoral sebesar 80 persen, melebihi target 68 persen.
Meski demikian, TPID Jatim berharap Kominfo Jatim dapat terus memperkuat integrasi data, khususnya untuk aplikasi SISKAPERBAPO, agar dapat diakses melalui laman resmi 28 pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur. (ivan)