Khofifah Dorong Model Kepemimpinan yang Melayani dan Menumbuhkan Harapan

pemerintahan | 01 Februari 2026 16:58

Khofifah Dorong Model Kepemimpinan yang Melayani dan Menumbuhkan Harapan
Khofifah Tekankan Kepemimpinan Berorientasi Pelayanan. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa esensi kepemimpinan sejati terletak pada orientasi pelayanan kepada masyarakat. Prinsip tersebut disampaikannya dalam dialog spesial HUT ke-16 TV9 bertajuk The Origin of Wisdom: Islam, Perempuan, dan Kepemimpinan yang digelar di Surabaya, Sabtu, (31/1/2026).

 

Menurut Khofifah, pemimpin ideal adalah mereka yang meneladani Rasulullah SAW, yakni memimpin dengan sikap melayani, bukan dilayani. Dengan menempatkan diri sebagai pelayan publik, seorang pemimpin diyakini mampu menghadirkan kebermanfaatan, rasa keadilan, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Minggu, (1/2/2026).

 

“Kepemimpinan bukan tentang dilayani, tetapi melayani. Dari situlah kepercayaan masyarakat tumbuh,”ujar Khofifah dalam dialog tersebut.

 

 

 

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan harapan dalam setiap proses kepemimpinan. Khofifah menilai, tantangan dan persoalan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan, namun pemimpin tidak boleh kehilangan optimisme dalam mencari solusi.

 

“Masalah boleh datang, tetapi harapan tidak boleh hilang. Harapan adalah pintu bagi lahirnya solusi,”katanya.

 

Dalam perspektif Islam, Khofifah menyebut bahwa kepemimpinan perempuan memiliki ruang yang kuat selama berorientasi pada kemaslahatan umat. Nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang empatik, inklusif, dan berkeadilan.

 

 

 

Khofifah juga mengungkapkan bahwa sosok Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi figur yang banyak memberinya pelajaran tentang kepemimpinan yang membumi, sabar, dan penuh harapan. Dari Gus Dur, ia belajar menyederhanakan persoalan tanpa menghilangkan substansi, agar masyarakat tidak terbebani dan tetap optimistis.

 

Pada kesempatan tersebut, Khofifah turut membagikan prinsip hidup yang selalu ia pegang, yakni menjadikan hari ini lebih baik dari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini. Prinsip ini, menurutnya, menjadi tolok ukur kualitas diri sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

 

Dialog spesial HUT ke-16 TV9 ini menjadi momentum refleksi peran perempuan dalam kepemimpinan publik yang berlandaskan nilai keislaman, ketakwaan, serta pengabdian bagi umat, bangsa, dan negara. (ivan)