Fokus pertama diarahkan pada peningkatan investasi melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta penyediaan sumber daya manusia yang kompeten. Fokus kedua menyasar penguatan perdagangan, baik domestik maupun internasional, termasuk rencana misi dagang ke sembilan provinsi dan empat negara sepanjang tahun ini.
Pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus ketiga yang dinilai paling krusial. Adik menyebut kontribusi kualitas SDM terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 60–70 persen.
“Karena itu pengembangan SDM kami jadikan prioritas, terlebih dengan terbentuknya Tim Koordinasi Vokasi Daerah,” katanya.