Ia menilai Jawa Timur sebagai contoh konkret implementasi konsep tersebut, mengingat perannya sebagai basis industri manufaktur, agroindustri, sekaligus lumbung pangan nasional. Sekitar 30 persen PDRB Jawa Timur ditopang sektor industri pengolahan yang diperkuat perdagangan dan pertanian.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan pentingnya kesinambungan kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha di tengah ketidakpastian global.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perannya memfasilitasi, mengatur, dan memastikan ekosistem ekonomi berjalan tertib serta berkelanjutan,” ujar Emil.
Emil juga mengapresiasi peran Kadin Jatim dalam misi dagang yang menghasilkan transaksi bernilai ratusan miliar rupiah, sekaligus menegaskan posisi Jawa Timur sebagai gerbang logistik utama Indonesia timur dan penopang utama perekonomian nasional. (ivan)