SURABAYA, PustakaJC.co - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur resmi memulai kepengurusan masa bakti 2025–2030 dengan menetapkan tujuh agenda strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga 8 persen. Penetapan agenda tersebut disampaikan dalam pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Kadin Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu, (1/2/2026).
Pelantikan sekitar 400 pengurus dari 32 bidang usaha itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, dan disaksikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Momentum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi dunia usaha Jawa Timur menghadapi tantangan ekonomi global. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Senin, (2/2/2026).
Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa tujuh fokus strategis tersebut selaras dengan arah kebijakan nasional.
“Target pertumbuhan ekonomi Jawa Timur kami dorong bisa mencapai 8 persen, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Fokus pertama diarahkan pada peningkatan investasi melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta penyediaan sumber daya manusia yang kompeten. Fokus kedua menyasar penguatan perdagangan, baik domestik maupun internasional, termasuk rencana misi dagang ke sembilan provinsi dan empat negara sepanjang tahun ini.
Pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus ketiga yang dinilai paling krusial. Adik menyebut kontribusi kualitas SDM terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 60–70 persen.
“Karena itu pengembangan SDM kami jadikan prioritas, terlebih dengan terbentuknya Tim Koordinasi Vokasi Daerah,” katanya.
Fokus keempat adalah digitalisasi dan adopsi teknologi, khususnya bagi BUMKM agar mampu bersaing dan naik kelas. Selanjutnya, fokus kelima menyangkut pengembangan industri hijau dan green jobs, termasuk penyusunan standar kompetensi green soft skills yang akan diusulkan menjadi standar nasional.
Sementara itu, fokus keenam diarahkan pada penguatan infrastruktur sebagai penopang ekonomi daerah, dan fokus ketujuh pada pemberdayaan BUMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated sebagai wujud gotong royong dunia usaha nasional.
“Bukan hanya maju, tapi maju bersama. UMKM terus naik kelas, yang kecil jadi menengah, dan yang menengah menjadi besar,” tegasnya.
Ia menilai Jawa Timur sebagai contoh konkret implementasi konsep tersebut, mengingat perannya sebagai basis industri manufaktur, agroindustri, sekaligus lumbung pangan nasional. Sekitar 30 persen PDRB Jawa Timur ditopang sektor industri pengolahan yang diperkuat perdagangan dan pertanian.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan pentingnya kesinambungan kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha di tengah ketidakpastian global.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perannya memfasilitasi, mengatur, dan memastikan ekosistem ekonomi berjalan tertib serta berkelanjutan,” ujar Emil.
Emil juga mengapresiasi peran Kadin Jatim dalam misi dagang yang menghasilkan transaksi bernilai ratusan miliar rupiah, sekaligus menegaskan posisi Jawa Timur sebagai gerbang logistik utama Indonesia timur dan penopang utama perekonomian nasional. (ivan)