Dengan teknologi CONSIS, ia optimistis pelayanan farmasi menjadi lebih cepat sekaligus meminimalkan risiko human error dalam peracikan dan pendistribusian obat.
“Karena waktu peracikan dan pengambilan dipangkas, maka antrean pasien juga berkurang. Semua bisa dilakukan dalam hitungan detik,” tegasnya.
Khofifah berharap inovasi yang diterapkan RSUD Syamrabu Bangkalan dapat menjadi pemantik bagi RSUD lain di Jawa Timur agar tidak ragu berinvestasi pada teknologi medis modern.
Kepada seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan, Khofifah berpesan agar kemajuan teknologi diiringi dengan peningkatan kualitas layanan dan profesionalisme kerja.
“Apa yang dilakukan RSUD Syamrabu hari ini adalah bukti bahwa dengan kemauan kuat, rumah sakit daerah bisa memiliki standar layanan bertaraf internasional,” pungkasnya. (ivan)