BANGKALAN, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan, Minggu, (1/2/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di salah satu rumah sakit rujukan terbesar di Pulau Madura tersebut.
Usai peninjauan, Khofifah memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen RSUD Syamrabu yang dinilai berhasil melakukan lompatan signifikan, baik dalam inovasi teknologi medis maupun kemandirian tata kelola keuangan rumah sakit daerah.
Salah satu capaian yang menjadi sorotan adalah keberhasilan RSUD Syamrabu mengelola anggaran hingga mencatatkan status surplus dalam kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Kabar bahwa RSUD Syamrabu ini surplus lewat BPJS tentu menjadi angin segar. Apalagi di tengah isu penyesuaian anggaran secara nasional, maka kemampuan pemda dan seluruh jajaran untuk kreatif dalam mengelola anggaran sangat diperlukan,” ujar Khofifah.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata efisiensi manajemen operasional rumah sakit. RSUD Syamrabu dinilai mampu memberikan layanan kesehatan optimal sekaligus menjaga kesehatan finansial institusi.
Selain aspek keuangan, Khofifah juga menaruh perhatian khusus pada penerapan teknologi Farmasi Robotik berbasis sistem otomatis bernama CONSIS. Teknologi ini berfungsi untuk penyimpanan dan pendistribusian obat secara terintegrasi dan presisi.
“Digitalisasi terjadi di semua lini. Tadi kita melihat langsung bagaimana kecepatan pengambilan obat sejak resep diterima hingga diserahkan ke pasien. Ini sangat bagus dan sangat advance,” puji orang nomer satu di Jatim itu.
Dengan teknologi CONSIS, ia optimistis pelayanan farmasi menjadi lebih cepat sekaligus meminimalkan risiko human error dalam peracikan dan pendistribusian obat.
“Karena waktu peracikan dan pengambilan dipangkas, maka antrean pasien juga berkurang. Semua bisa dilakukan dalam hitungan detik,” tegasnya.
Khofifah berharap inovasi yang diterapkan RSUD Syamrabu Bangkalan dapat menjadi pemantik bagi RSUD lain di Jawa Timur agar tidak ragu berinvestasi pada teknologi medis modern.
Kepada seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan, Khofifah berpesan agar kemajuan teknologi diiringi dengan peningkatan kualitas layanan dan profesionalisme kerja.
“Apa yang dilakukan RSUD Syamrabu hari ini adalah bukti bahwa dengan kemauan kuat, rumah sakit daerah bisa memiliki standar layanan bertaraf internasional,” pungkasnya. (ivan)