Surabaya Matangkan Persiapan Haji 2026, Ribuan Jemaah Ikuti Manasik Terintegrasi

pemerintahan | 04 Februari 2026 06:06

Surabaya Matangkan Persiapan Haji 2026, Ribuan Jemaah Ikuti Manasik Terintegrasi
Sururil Faizin Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Surabaya berbicara dalam Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kota di Surabaya. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 2026 terus dimatangkan. Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Surabaya menggelar Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi tingkat kota yang diikuti ribuan calon jemaah, Selasa, (3/2/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Convention Hall Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya ini menjadi bagian penting pembekalan sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci pada April 2026 mendatang. Dilansir dari suarasurabaya.net, Rabu, (4/2/2026).

 

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Surabaya, Sururil Faizin, mengatakan manasik tahun ini mengusung tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan. Pembekalan tersebut bertujuan menyiapkan kemandirian jemaah, baik dari sisi ibadah maupun teknis pelaksanaan haji.

 

“Tujuannya membekali jemaah agar mandiri dan mampu mencari solusi ketika menghadapi situasi yang tidak diharapkan. Pembekalan diberikan mulai tingkat kota hingga kecamatan,” ujar Sururil.

 

 

 

Sebanyak 2.518 jemaah calon haji asal Surabaya mengikuti manasik yang dibagi dalam dua gelombang. Dari jumlah tersebut, jemaah perempuan mendominasi kuota tahun ini. Selain itu, terdapat jemaah prioritas lansia dengan usia tertua mencapai 86 tahun.

 

Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan, jemaah lansia akan mendapatkan pendampingan khusus dari petugas kloter, tim medis, hingga Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi.

 

Sururil juga menjelaskan adanya perubahan struktur penyelenggaraan haji pada tahun ini. Otoritas pelaksanaan kini berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah, terpisah dari Kementerian Agama sesuai regulasi terbaru.

 

“Untuk manasik tingkat kecamatan, kami berkoordinasi dengan KBIHU dan organisasi masyarakat Islam, tidak lagi melalui KUA,” jelasnya.

 

 

 

 

Terkait kesiapan administrasi, Kemenhaj memastikan proses dokumen berjalan lancar. Hingga saat ini, sebanyak 2.200 paspor jemaah Surabaya telah dikirim untuk proses pemvisaan, sementara jadwal pengkloteran juga mulai diterima oleh kantor wilayah.

 

Dengan jadwal keberangkatan kloter pertama yang direncanakan pada 21 April 2026, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi kesehatan secara optimal.

 

“Haji adalah ibadah fisik, sehingga kelayakan kesehatan menjadi syarat mutlak sebelum keberangkatan dari asrama haji,” pungkas Sururil.

 

Setelah manasik tingkat kota, jemaah akan melanjutkan bimbingan di tingkat kecamatan masing-masing pada 7–10 Februari 2026. (ivan)