Menkeu Jalankan Terapi Kejut untuk Benahi Pajak dan Bea Cukai

pemerintahan | 08 Februari 2026 05:16

 

Oleh karena itu, kebijakan yang ditempuh adalah rotasi jabatan. Pegawai yang dinilai bermasalah dipindahkan dari wilayah strategis ke daerah yang lebih sepi, sementara pegawai dengan kinerja baik ditempatkan di lokasi yang dinilai memiliki potensi dan beban kerja lebih besar.

 

“Yang kinerjanya kurang baik kita pindahkan ke tempat yang lebih sepi, sementara yang bagus-bagus kita tempatkan di lokasi yang lebih strategis,” kata Purbaya.

 

Di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan telah mengganti hampir 34 pejabat di titik-titik sentral yang selama ini dianggap ramai aktivitas. Menurut Purbaya, rotasi ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja dan memperkuat pengawasan di wilayah yang dinilai “gemuk”.

 

“Ini merupakan shock therapy bagi pejabat Bea Cukai yang baru, agar kinerjanya bisa lebih baik,” ujarnya.

 

Reformasi serupa juga diterapkan di Direktorat Jenderal Pajak. Pada pekan ini, sebanyak 40 hingga 45 pegawai pajak akan dipindahkan dari wilayah yang dianggap strategis ke daerah yang lebih sepi. Purbaya menyinggung masih adanya praktik diskusi antara oknum pegawai pajak dengan wajib pajak tertentu yang perlu dihentikan.

 

“Hal yang sama kami lakukan di Pajak. Mereka akan dipindahkan agar tidak lagi terjadi praktik-praktik yang tidak semestinya,” tutup Purbaya.