SURABAYA, PustakaJC.co - Anggota DPRD Jawa Timur, Rasiyo menyerap berbagai aspirasi warga saat menggelar reses di Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Selasa (10/2/2026) malam. Isu pendidikan mendominasi dialog, mulai dari persoalan sistem zonasi sekolah hingga ijazah siswa yang tertahan.
Reses yang berlangsung di Balai RW 6, Jalan Cempaka Nomor 25, dihadiri warga setempat yang secara langsung menyampaikan keluhan terkait keterbatasan akses pendidikan, khususnya minimnya jumlah SMA dan SMK negeri di Kota Surabaya. Dilansir dari jatimpos.co., Rabu, (11/2/2026).
Rasiyo mengakui, persoalan kekurangan sekolah negeri kerap muncul dalam setiap agenda serap aspirasi. Namun, pendirian sekolah baru bukan perkara mudah.
“Biasanya yang dikeluhkan warga itu memang kurangnya sekolah negeri. Tapi mendirikan sekolah negeri juga tidak gampang,” ujar
politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut.
Anggota Komisi E DPRD Jatim ini menjelaskan, kendala utama terletak pada ketersediaan lahan serta tumpang tindih kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Pengelolaan SMA/SMK berada di bawah provinsi, sementara aset tanah menjadi kewenangan pemerintah kota.
“Tanahnya ada di kota. Yang punya bupati atau wali kota. Itu harus ada koordinasi yang baik. Di Surabaya, mencari tanah dua hektare saja tidak semudah membalik telapak tangan,” terang mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur itu.
Selain infrastruktur, Rasiyo juga menyoroti belum terbitnya petunjuk teknis (juknis) PPDB tahun ajaran mendatang. Ia mendorong kementerian terkait segera mengeluarkan aturan agar wali murid memiliki kepastian.
“Sistem penerimaan murid baru harus segera diturunkan. Apakah TKA dipakai, zonasi masih berlaku atau tidak. Kalau disampaikan lebih awal, wali murid bisa mempersiapkan diri,” tegasnya.
Dalam sesi dialog, warga juga mengadukan kasus ijazah siswa yang ditahan sekolah karena tunggakan biaya administrasi. Menanggapi hal itu, Rasiyo berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Laporkan ke tim, nanti saya cek langsung,” pungkasnya. (ivan)