Begini Tanggapan Gubernur Khofifah Soal Tuduhan Fee Dana Hibah

pemerintahan | 13 Februari 2026 06:57

Begini Tanggapan Gubernur Khofifah Soal Tuduhan Fee Dana Hibah
Kepala Biro Hukum Pemprov Jatim Adi Sarono (tengah) dan Kuasa Hukum Khofifah, Syaiful Ma’arif, (kanan) didampingi Kadiskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin (kiri), memberikan di Gedung Inspektorat Jatim, Jalan Juanda Sidoarjo. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tuduhan menerima fee 30 persen dari dana hibah pokok pikiran (pokir) DPRD Provinsi Jatim tahun 2019–2024. Pemeriksaan dilakukan pada Kamis, (12/2/2026) setelah penjadwalan ulang dari Kamis sebelumnya.

 

Selain Gubernur, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak disebut menerima fee, begitu pula Sekda dan sejumlah Kepala OPD, dengan persentase bervariasi mulai 30%, 10%, hingga 5%. Tuduhan ini berasal dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) almarhum Kusnadi, mantan Ketua DPRD Jatim. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (13/2/2026).

 

Tiba di Pengadilan Tipikor Surabaya, Khofifah menyampaikan salam hormat kepada majelis hakim dan menjawab seluruh pertanyaan. Usai diperiksa, Khofifah menegaskan tuduhan itu tidak benar.

 

“Tuduhan dari almarhum Kusnadi bahwa dalam proses pengajuan dana hibah itu ada fee, ada ijon ke Gubernur 30 persen, Wagub 30 persen, Sekda 10 persen, OPD-OPD 3 sampai 5 persen,” ujar Khofifah.