Pemprov Jatim Bergerak Cepat, Infrastruktur Jember yang Dihantam Banjir Segera Dipulihkan

pemerintahan | 16 Februari 2026 08:33

Pemprov Jatim Bergerak Cepat, Infrastruktur Jember yang Dihantam Banjir Segera Dipulihkan
Peninjauan dilakukan Dinas PU Bina Marga Jatim bersama Pemkab Jember untuk melihat kerusakan infrastruktur pasca banjir bandang. (dok jatimpos)

 

 

JEMBER, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat merespons bencana banjir bandang yang melumpuhkan sejumlah infrastruktur vital di Kabupaten Jember. Percepatan asesmen dan perbaikan dilakukan untuk memastikan akses masyarakat segera kembali normal.

 

Langkah sigap ini dilakukan setelah Bupati Jember, Muhammad Fawait, berkoordinasi langsung dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, guna mempercepat penanganan dampak bencana. Dilansir dari jatimpos.co, Senin, (16/2/2026).

 

Melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, tim teknis langsung turun ke lapangan untuk meninjau kerusakan sejumlah jembatan dan fasilitas publik yang terdampak arus deras banjir.

 

Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja, mengatakan banjir menyebabkan kerusakan signifikan pada sedikitnya lima jembatan. Namun, sebagian besar kerusakan bukan disebabkan kegagalan konstruksi, melainkan karena debit air ekstrem yang melampaui kapasitas jembatan.

 

“Konstruksi jembatan sebenarnya masih baik, tetapi karena debit air sangat besar dan posisi jembatan relatif rendah, arus deras menyebabkan kerusakan,” ujar Edy Tambeng, Minggu, (15/2/2026).

 

 

Saat ini, tim tengah melakukan asesmen teknis secara menyeluruh, termasuk memeriksa kekuatan pilar dan struktur jembatan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan apakah jembatan cukup diperbaiki atau harus dibangun ulang.

 

Sementara itu, Pj Sekda Jember, Ahmad Helmi Luqman, mengungkapkan dampak banjir sangat luas dan menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat.

 

“Ada sekitar 7.000 kepala keluarga terdampak. Selain permukiman, kerusakan juga terjadi pada dam, tiga jembatan, dan sekitar 500 sampai 1.000 hektare lahan pertanian,” jelasnya.

 

 

 

Menurutnya, banjir dipicu curah hujan ekstrem yang merupakan siklus tertinggi dalam satu dekade terakhir. Pemerintah daerah bersama relawan telah mendirikan posko bencana dan dapur umum di wilayah terdampak.

 

Berdasarkan peringatan dari BMKG, potensi hujan lebat masih tinggi hingga akhir Februari. Karena itu, kesiapsiagaan terus ditingkatkan guna mengantisipasi dampak lanjutan.

 

Pemkab Jember memastikan perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama, terutama akses jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga.

 

Percepatan penanganan ini menjadi sinyal kuat komitmen Pemprov Jatim untuk memastikan Jember bangkit lebih cepat, sekaligus memulihkan konektivitas dan aktivitas masyarakat pasca bencana. (ivan)