SURABAYA, PustakaJC.co – Capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tahun 2025 sebesar 5,85 persen (year on year) yang melampaui rata-rata nasional menjadi indikator kuatnya kinerja ekonomi daerah. Namun, capaian tersebut harus dijaga melalui stabilitas harga, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Aftabuddin Rijaluzzaman, mengatakan stabilitas harga menjadi faktor penting untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan konsumsi rumah tangga terus menopang pertumbuhan ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,85 persen ini merupakan capaian yang melampaui rata-rata nasional dan selaras dengan perencanaan pembangunan daerah dalam RPJMD. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diiringi stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Aftabuddin, saat diwawancarai Jurnalis PustakaJC.co, Senin, (16/2/2026).
Ia menjelaskan, pasar murah menjadi salah satu strategi utama pengendalian inflasi, khususnya pada aspek keterjangkauan harga, untuk menjaga inflasi tetap dalam kisaran target 2,5 persen plus minus 1 persen. Sepanjang tahun 2025, inflasi Jawa Timur tercatat sebesar 2,93 persen.
Menurutnya, intervensi pasar murah terbukti efektif dalam menekan tekanan inflasi akibat lonjakan permintaan, terutama pada komoditas pangan yang sering bergejolak seperti cabai dan telur.
“Data pantauan harga menunjukkan wilayah yang mendapatkan intervensi pasar murah memiliki kurva kenaikan harga yang lebih landai dibandingkan wilayah tanpa intervensi. Ini menunjukkan pasar murah efektif menjaga stabilitas harga di tingkat pedagang,” jelasnya.
Lebih lanjut, penentuan lokasi pasar murah dilakukan berbasis analisis data harga melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), serta mempertimbangkan 11 kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) sebagai barometer inflasi nasional. Program ini juga difokuskan untuk menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah agar akses terhadap pangan tetap terjangkau.
“Penentuan lokasi dilakukan secara terukur dan berbasis data, sehingga intervensi pasar murah tepat sasaran, terutama di wilayah dengan tren kenaikan harga pangan di atas rata-rata,” tegas Kabiro Perekonomian Jatim itu.
Ia menambahkan, stabilitas harga selama momentum Ramadan dan Idul Fitri menjadi kunci menjaga konsumsi rumah tangga tetap kuat sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. (ivan)