Aftabuddin menambahkan, konsumsi rumah tangga merupakan kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur. Oleh karena itu, menjaga inflasi tetap terkendali di angka 2,93 persen (yoy) menjadi langkah strategis untuk menjaga efisiensi pengeluaran masyarakat.
“Pasar murah memberikan ruang napas finansial bagi masyarakat. Penghematan dari kebutuhan pokok dapat dialihkan untuk konsumsi produktif lainnya yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Untuk menjaga stabilitas tersebut, Pemprov Jawa Timur melalui Biro Perekonomian sebagai Sekretariat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi dengan TPID kabupaten/kota melalui strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
“Sinergi ini penting untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri, sekaligus memastikan inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga,” pungkas Aftabuddin. (ivan)