SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan langkah mitigasi strategis untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada Angkutan Lebaran 2026. Fokus utama diarahkan pada penambahan armada penyeberangan laut dan penyediaan SPBU portabel guna memastikan kelancaran arus mudik.
Khofifah Indar Parawansa menegaskan, kebutuhan tambahan armada kapal sangat mendesak, khususnya untuk rute penyeberangan Jangkar menuju kepulauan di Kabupaten Sumenep. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, (20/2/2026).
“Kami ini tiap tahun sesungguhnya mengalami kekurangan armada untuk penyeberangan Jangkar ke kepulauan di Sumenep. Kita membutuhkan paling tidak tambahan tiga armada,” ujar Khofifah di hadapan Menteri Perhubungan, dikutip dari jatimpos.co, Sabtu, (21/2/2026).
Menurutnya, keterbatasan armada berdampak langsung pada pemudik, terutama yang membawa komoditas pangan seperti sayur dan buah. Keterlambatan penyeberangan hingga dua hari dapat menyebabkan kerugian karena barang menjadi rusak.