Selain transportasi laut, Pemprov Jatim juga menyoroti kesiapan jalur darat, khususnya rencana fungsionalisasi Jalan Tol Kraksaan–Situbondo Barat. Khofifah meminta dukungan SPBU portabel dari Pertamina agar pemudik tetap mendapatkan akses bahan bakar.
“Kalau ini akan dibuka kembali, kita butuh portable Pertamina yang memungkinkan bisa memberikan layanan semacam SPBU,” katanya.
Pemprov Jatim juga menekankan pentingnya kesiapan posko terpadu, termasuk konektivitas layanan kesehatan. Keberadaan puskesmas dengan layanan 24 jam yang terhubung dengan rumah sakit dinilai krusial dalam penanganan darurat kecelakaan lalu lintas selama periode mudik.
Di sisi lain, beroperasinya Bandara Dhoho di Kediri dinilai menjadi solusi efektif untuk mengurangi beban lalu lintas darat, khususnya di wilayah Mataraman yang selama ini rawan kemacetan, seperti kawasan Simpang Mengkreng.