SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengintensifkan pelaksanaan pasar murah selama Ramadhan guna menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mempertahankan daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menurut Khofifah, peningkatan permintaan kebutuhan pokok selama Ramadhan dan menjelang Lebaran berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran. Karena itu, pasar murah digelar sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (24/2/2026).
“Setiap bulan puasa dan nanti menjelang Lebaran, permintaan logistik kebutuhan bahan pokok meningkat dan itu berpotensi memicu kenaikan harga. Maka pasar murah digelar supaya masyarakat tidak khawatir dan tidak terbebani lonjakan harga,” ujarnya di Surabaya, Selasa, (24/2/2026).
Pemprov Jatim telah menggelar pasar murah ke-25 yang berlangsung di halaman Masjid At-Taqwa, Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Kegiatan ini disambut antusias ratusan warga, terutama ibu rumah tangga yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar.
Sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah, di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Selain itu, gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam Rp30.000 per kemasan.
Khofifah memastikan program pasar murah akan terus digelar sepanjang Ramadhan dan berlanjut selama 2026 sebagai bagian dari intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok.
“Kami sudah agendakan supaya program strategis seperti pasar murah ini bisa terus eksis sebagai ikhtiar menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok. Kita berseiring dengan apa yang dilakukan kabupaten/kota jadi sifatnya melengkapi,” katanya.
Ia juga menegaskan lokasi pasar murah sengaja ditempatkan dekat masjid dan permukiman warga agar mudah dijangkau masyarakat yang membutuhkan, serta tidak mengganggu aktivitas pasar tradisional.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut menyerahkan bantuan beras kepada ratusan lansia dan membagikan telur kepada ibu rumah tangga yang membawa anak sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga. Selain itu, ia juga memborong berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal.
Salah satu warga Wonocolo, Asri, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah di wilayahnya.
“Hari ini saya beli beras sama telur karena harganya murah dibanding beli di pasar. Bulan Ramadhan ini, keluarga saya banyak konsumsi olahan telur sebagai lauk, apalagi saat sahur karena praktis, sehat, dan bernutrisi,” ujarnya. (ivan)