SIDOARJO, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan proyek Kereta Rel Listrik (KRL) rute Surabaya–Sidoarjo dapat beroperasi penuh pada 2027. Kehadiran moda transportasi massal berbasis rel ini diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus memperkuat konektivitas kawasan metropolitan Surabaya Raya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhi Karyono, mengatakan Pemprov Jatim terus mendorong pengembangan transportasi massal di wilayah Surabaya dan Sidoarjo sebagai bagian dari rencana strategis pembangunan infrastruktur transportasi. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Rabu, (25/2/2026).
“Salah satu rencana strategis yang akan kita lakukan adalah proyek kereta rel listrik Surabaya–Sidoarjo, yang ditargetkan beroperasi pada 2027, serta pengembangan moda transportasi berbasis rel lainnya, guna mengurai kemacetan dan memperkuat konektivitas kawasan metropolitan,” kata Adhi saat mendampingi kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Terminal Purabaya, Senin, (23/2/2026).
Menurutnya, keberadaan KRL Surabaya–Sidoarjo juga akan membantu mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat, termasuk saat arus mudik yang setiap tahun mengalami peningkatan.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, yang datang bersama anggota Komisi V untuk meninjau kesiapan infrastruktur transportasi di Jawa Timur, khususnya menjelang arus mudik Lebaran 2026. Rombongan disambut oleh Adhi Karyono bersama Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, serta jajaran dari Kementerian Perhubungan RI.
Selain meninjau terminal, rombongan juga menggelar rapat koordinasi percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi di wilayah Jawa Timur, termasuk di kawasan Bandara Juanda.
[halama]
Adhi menambahkan, kondisi infrastruktur jalan di Jawa Timur secara umum cukup baik. Tingkat kemantapan jalan nasional saat ini mencapai sekitar 98 persen, sedangkan jalan provinsi berada di kisaran 86 persen.
Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan masih terdapat sejumlah persoalan infrastruktur di wilayahnya, seperti jalan rusak dan banjir yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Menanggapi hal tersebut, Ridwan Bae menegaskan Komisi V DPR RI berkomitmen mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis yang menjadi kewenangannya, termasuk sektor perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta pembangunan desa dan daerah tertinggal.
Proyek KRL Surabaya–Sidoarjo diharapkan menjadi salah satu tulang punggung transportasi massal modern di Jawa Timur, sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat dan memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan Surabaya Raya. (ivan)