SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Jambore Kampung Tematik Indonesia (KTI) 2026 yang akan digelar di Kota Madiun. Kegiatan nasional ini diharapkan menjadi momentum memperkuat pemberdayaan masyarakat serta memperluas jejaring antarkomunitas di seluruh Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menerima audiensi Panitia Nasional Jambore KTI 2026 di Surabaya, Selasa, (24/2/2026). Audiensi tersebut membahas kesiapan Kota Madiun sebagai tuan rumah kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Mei hingga 1 Juni 2026. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Rabu, (25/2/2026).
Ketua Panitia Nasional Jambore KTI 2026, Hariyadi Eko Romadon, mengatakan jambore akan diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah dengan mengusung tema “Madiun Maju Mendunia.”Kegiatan ini dirancang sebagai ruang silaturahmi sekaligus wadah bertukar pengalaman antar kampung tematik di Indonesia.
“Jambore KTI 2026 ini kami siapkan sebagai ajang silaturahmi, berbagi pengalaman, dan memperkuat kolaborasi antar kampung tematik dari seluruh Indonesia. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Selama pelaksanaan jambore, para peserta akan tinggal dan beraktivitas langsung di kampung-kampung tematik Kota Madiun. Konsep ini bertujuan memberikan pengalaman nyata sekaligus memperkaya pertukaran ide dan praktik terbaik dalam pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.
Penunjukan Kota Madiun sebagai tuan rumah tidak lepas dari berbagai capaian pembangunan yang diraih. Salah satunya keberhasilan meraih Predikat Terbaik I Nasional dalam Sustainable Development Goals Awards 2025. Program kampung tematik dinilai sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang diusung Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk pengentasan kemiskinan, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Saat ini terdapat 12 kampung tematik yang telah berkembang di Kota Madiun, di antaranya Kampung Pesona di Kelurahan Madiun Lor, Sport Center Bahtera Kencana di Winongo, Kampung Pesona Jati di Rejomulyo, Kampung Bumi Semendung di Klegen, Dewi Rengganis di Manisrejo, hingga Kampung Seni Reksogati di Sogaten.
Emil menegaskan, kampung tematik menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi warga.
“Kami melihat kampung tematik sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang sangat efektif. Di tengah tantangan zaman, ketika interaksi sosial mulai berkurang karena kesibukan dan penggunaan gawai, gerakan ini mengajak masyarakat kembali pada nilai-nilai luhur seperti gotong royong, silaturahmi, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” kata Emil.
Ia menambahkan, jambore ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring komunitas serta mendorong lahirnya inovasi berbasis kampung. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan jambore berjalan sukses dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, kampung tematik yang telah berkembang diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Semangat gotong royong dan kolaborasi diyakini menjadi kekuatan utama dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan. (ivan)