Emil menegaskan, kampung tematik menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi warga.
“Kami melihat kampung tematik sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang sangat efektif. Di tengah tantangan zaman, ketika interaksi sosial mulai berkurang karena kesibukan dan penggunaan gawai, gerakan ini mengajak masyarakat kembali pada nilai-nilai luhur seperti gotong royong, silaturahmi, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” kata Emil.
Ia menambahkan, jambore ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring komunitas serta mendorong lahirnya inovasi berbasis kampung. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan jambore berjalan sukses dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, kampung tematik yang telah berkembang diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Semangat gotong royong dan kolaborasi diyakini menjadi kekuatan utama dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan. (ivan)