Simbol Budaya Tengger Tosari Kini Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

pemerintahan | 27 Februari 2026 09:27

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa, mengatakan pengakuan tersebut menjadi bentuk perlindungan sekaligus penguatan identitas budaya masyarakat Tengger.

 

“Udeng dan Kaweng Tengger bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung filosofi kehidupan masyarakat adat yang masih terjaga hingga saat ini,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis, (26/2/2026).

 

Udeng Tengger merupakan ikat kepala tradisional yang digunakan laki-laki sebagai pelengkap busana dalam kegiatan adat, ritual keagamaan, maupun aktivitas sehari-hari. Sementara Kaweng Tengger adalah kain atau sarung tradisional yang dililitkan di tubuh dan digunakan oleh laki-laki maupun perempuan.

 

Lebih dari sekadar busana, Kaweng Tengger memiliki makna simbolik sebagai pengingat agar setiap perilaku dan ucapan pemakainya tetap berada pada jalan yang benar sesuai nilai-nilai adat.