SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah memprioritaskan jalur Pantura sebagai titik krusial pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum, memastikan pompa air dan tim tanggap darurat disiagakan untuk mengantisipasi genangan banjir yang berpotensi menghambat perjalanan pemudik.
“Kami siapkan pompa di titik-titik yang selama ini dikenal rawan banjir,” kata Dody di Karawang, Jawa Barat, Sabtu, (28/2/2026), dikutip dari suarasurabaya.net.
Selain pompa, Kementerian Pekerjaan Umum juga membentuk posko terpadu antara balai jalan dan balai air. Posko tersebut dilengkapi geo-bag, peralatan pengendali banjir, serta material darurat lainnya untuk mempercepat penanganan genangan air di jalur nasional.
Menurut Dody, keberadaan posko dan peralatan ini memungkinkan respons cepat di lapangan, sehingga jalur mudik tetap dapat dilalui dengan aman dan lancar meski terjadi hujan deras.
“Kami siapkan tim bersiaga penuh. Kalau terjadi banjir, penanganan bisa dilakukan cepat agar mobilitas masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan banjir, longsor, dan kecelakaan, baik di jalan tol maupun jalan nasional. Untuk jalan tol, disiapkan posko, Disaster Relief Unit, alat berat, serta material tanggap darurat.
Sedangkan di jalan nasional, Ditjen Bina Marga menyiapkan sistem pemantauan dan pelaporan harian guna memastikan kondisi jalan tetap aman selama arus mudik dan balik Lebaran.
Koordinasi juga dilakukan bersama BMKG, Korlantas Polri, dan Kementerian Perhubungan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem terhadap kelancaran lalu lintas.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga meminta seluruh instansi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan intensitas tinggi selama masa angkutan Lebaran 2026.
Dengan kesiapan pompa, posko darurat, dan koordinasi lintas sektor, pemerintah menargetkan jalur Pantura tetap menjadi jalur utama mudik yang aman, lancar, dan minim gangguan bagi masyarakat. (ivan)