SURABAYA, PustakaJC.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur kembali menghadirkan program sosial bertajuk Light Up the Dream dengan memasang 350 sambungan listrik gratis secara serentak bagi warga kurang mampu, Rabu, (4/3/2026).
Program yang bersumber dari sedekah pegawai PLN ini menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata menghadirkan energi bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Ini adalah program rutin tahunan. Kami para pegawai menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu masyarakat yang membutuhkan listrik gratis. Kami menyasar warga yang tidak punya listrik secara mandiri,” ujarnya.
Sepanjang 2026, total 450 warga di Jawa Timur tercatat sebagai penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, 350 rumah dipasang sambungan listriknya secara serentak. Secara nasional, program Light Up the Dream menyasar 1.700 penerima manfaat di berbagai daerah.
Selain pemasangan listrik gratis, PLN UP3 Madura turut menyalurkan santunan berupa paket sembako kepada warga sekitar sebagai bentuk tambahan kepedulian sosial.
Ahmad menambahkan, program ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong pemerataan akses energi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. PLN, kata dia, siap mendukung berbagai kebijakan daerah yang berpihak pada warga kurang mampu.
Mewakili Gubernur Jawa Timur, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, Aris Mukiyono, menyampaikan bahwa kehadiran listrik mandiri sangat berdampak pada kehidupan warga.
“Dengan adanya listrik mandiri, aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat bisa berjalan lebih baik. PLN bersama pemerintah wajib hadir jika ada masyarakat kurang mampu yang belum punya listrik mandiri,” ujar Aris.
Ia juga menegaskan bahwa program ini selaras dengan Program Instalasi Rumah Sambungan Rumah (IRSR) yang digagas Pemprov Jatim. Tahun ini, sebanyak 35 ribu rumah tangga miskin di 15 kabupaten/kota ditargetkan menerima bantuan sambungan listrik melalui program tersebut.
Salah satu penerima manfaat, Umiyati (41), warga Jalan Made Selatan RT 1 RW 6, Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, mengaku bersyukur kini keluarganya memiliki listrik sendiri setelah sebelumnya menumpang dari rumah saudara.
“Alhamdulillah sekarang sudah punya listrik sendiri. Semoga ke depan bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” tuturnya.
Program Light Up the Dream menjadi bukti bahwa akses energi bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan fondasi penting untuk mendorong kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. (ivan)