SURABAYA, PustakaJC.co – Konflik di kawasan Timur Tengah yang terus memanas memicu kekhawatiran terhadap ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur. Pemerintah pun menyiapkan langkah antisipasi, termasuk skenario evakuasi jika situasi memburuk.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) periode 2022–2026, tercatat sekitar 7.000 PMI asal Jatim tersebar di sejumlah negara Timur Tengah. Dilansir dari suarasurabaya.net, Kamis, (5/3/2026).
Mayoritas berada di Arab Saudi sebanyak 3.994 orang, disusul Turki 958 orang dan Qatar 638 orang.
Sementara di wilayah yang berdekatan dengan titik konflik, jumlahnya relatif kecil, yakni 13 PMI di Yordania dan 1 PMI di Lebanon.