Selain faktor Lebaran, peningkatan arus logistik juga dipicu masuknya investasi industri di Jawa Tengah, khususnya di Kawasan Industri Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang.
Sementara itu, Ketua ALFI Jawa Timur Sebastian Wibisono memprediksi arus logistik di wilayah Surabaya juga akan meningkat sekitar 80 persen menjelang Lebaran.
Ia menjelaskan, Surabaya selama ini menjadi salah satu jalur transit utama distribusi barang ke wilayah Indonesia timur. Karena itu, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak diperkirakan meningkat hingga periode Lebaran.
“Kebetulan Nataru, Imlek dan Idulfitri waktunya berdekatan, sehingga beban logistik memang lebih tinggi. Saat Imlek banyak impor masuk ke Surabaya, lalu didistribusikan ke wilayah seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan,” ujarnya.