Di kawasan Pintu Air Kuro, terdapat tiga pompa permanen milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan total kapasitas sekitar 6.000 liter per detik. Selain itu, terdapat dua pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dengan kapasitas sekitar 2.000 liter per detik.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga turut mengoperasikan pompa tambahan berkapasitas sekitar 500 liter per detik, serta satu unit pompa mobile dengan kapasitas yang sama untuk membantu percepatan pembuangan air dari wilayah terdampak.
Emil menambahkan, dalam masterplan Kementerian Pekerjaan Umum juga direncanakan pembangunan jalur pelimpah banjir atau floodway yang akan mengalirkan air langsung menuju laut.
“Dalam masterplan Kementerian PU ada jalur untuk melimpahkan air langsung ke laut yang disebut floodway. Kapasitas awalnya sekitar 640 meter kubik per detik dan dengan optimalisasi bisa mencapai sekitar 1.000 meter kubik per detik,” jelasnya.