Namun demikian, kapasitas aliran yang saat ini dapat dimanfaatkan masih sekitar 400 meter kubik per detik. Karena itu, diperlukan pembahasan lanjutan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk mengoptimalkan sistem pengendalian air.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memastikan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memperkuat penanganan banjir di wilayahnya.
Menurutnya, pengembangan floodway menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengendalikan aliran air dan meminimalkan risiko banjir di kawasan Lamongan. (ivan)