LAMONGAN, PustakaJC.co – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung kinerja pompa banjir di Pintu Air Kuro, Kabupaten Lamongan, Sabtu, (7/3/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses pembuangan air berjalan optimal guna mempercepat penanganan banjir di kawasan Bengawan Jero.
Emil mengatakan, pompa banjir di lokasi tersebut terus dioperasikan secara maksimal agar genangan air di wilayah terdampak dapat segera berkurang. Dilansir dari antaranews.com, Minggu, (8/3/2026).
“Saat ini pompa permanen kita operasikan sampai pukul 22.00 WIB, sementara pompa mobile sampai pukul 24.00 WIB agar pembuangan air bisa lebih maksimal,” ujar Emil.
Di kawasan Pintu Air Kuro, terdapat tiga pompa permanen milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan total kapasitas sekitar 6.000 liter per detik. Selain itu, terdapat dua pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dengan kapasitas sekitar 2.000 liter per detik.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga turut mengoperasikan pompa tambahan berkapasitas sekitar 500 liter per detik, serta satu unit pompa mobile dengan kapasitas yang sama untuk membantu percepatan pembuangan air dari wilayah terdampak.
Emil menambahkan, dalam masterplan Kementerian Pekerjaan Umum juga direncanakan pembangunan jalur pelimpah banjir atau floodway yang akan mengalirkan air langsung menuju laut.
“Dalam masterplan Kementerian PU ada jalur untuk melimpahkan air langsung ke laut yang disebut floodway. Kapasitas awalnya sekitar 640 meter kubik per detik dan dengan optimalisasi bisa mencapai sekitar 1.000 meter kubik per detik,” jelasnya.
Namun demikian, kapasitas aliran yang saat ini dapat dimanfaatkan masih sekitar 400 meter kubik per detik. Karena itu, diperlukan pembahasan lanjutan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk mengoptimalkan sistem pengendalian air.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memastikan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memperkuat penanganan banjir di wilayahnya.
Menurutnya, pengembangan floodway menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengendalikan aliran air dan meminimalkan risiko banjir di kawasan Lamongan. (ivan)