DPRD Jatim Desak Pemprov Pastikan Keamanan PMI di Timur Tengah

pemerintahan | 09 Maret 2026 04:04

DPRD Jatim Desak Pemprov Pastikan Keamanan PMI di Timur Tengah
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana. (dok antara)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – DPRD Jawa Timur meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memastikan keselamatan ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah tersebut yang bekerja di kawasan Timur Tengah, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat serta Israel.

 

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan keselamatan warga Jawa Timur yang bekerja di luar negeri harus menjadi prioritas utama pemerintah. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (9/3/2026).

 

“Keselamatan warga Jawa Timur yang bekerja di luar negeri harus menjadi prioritas. Pemprov Jatim harus aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, KBRI, serta instansi terkait untuk memastikan kondisi para PMI tetap aman,” ujar Renny dalam keterangan tertulis di Surabaya, Minggu (8/3).

 

 

Anggota Komisi E DPRD Jatim tersebut menilai situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat ribuan PMI asal Jawa Timur masih bekerja di sejumlah negara di wilayah tersebut.

 

Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipatif, termasuk melakukan pemetaan lokasi para PMI serta menyiapkan skenario evakuasi jika situasi konflik semakin memburuk.

 

“Pemprov harus memastikan data PMI asal Jatim yang berada di Timur Tengah benar-benar diperbarui. Jika situasi tidak kondusif, langkah-langkah evakuasi harus sudah dipersiapkan sejak dini,” katanya.

 

 

Renny menambahkan perlindungan terhadap pekerja migran tidak hanya dilakukan saat terjadi krisis, tetapi harus dimulai sejak proses penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

 

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), tercatat sekitar 7.000 PMI asal Jawa Timur bekerja di kawasan Timur Tengah. Jumlah terbesar berada di negara seperti Arab Saudi, Turki, dan Qatar. (ivan)