SURABAYA, PustakaJC.co – Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel membuat pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), termasuk yang berasal dari Jawa Timur.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, Gimbar Ombai Helawarnana, menyebutkan bahwa dalam lima tahun terakhir terdapat sekitar 7.000 PMI asal Jawa Timur yang bekerja di kawasan Timur Tengah. Dilansir fari jawapos.com, Selasa, (10/3/2026).
Dari jumlah tersebut, mayoritas bekerja di Arab Saudi dengan total mencapai 3.994 orang.
“Jika spesifik bicara negara-negara yang saat ini sedang berkonflik, tidak tercatat penempatan PMI legal dari Jawa Timur ke Israel maupun Iran selama lima tahun terakhir,” kata Gimbar, Senin (9/3).