MADIUN, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Kamis, (12/3/2026), untuk menstabilkan harga bahan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasar murah tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian harga yang dilakukan secara sinergis bersama pemerintah kabupaten dan kota. : Dilansir dari antaranews.com, Jumat, (13/3/3026).
“Program ini kami lakukan untuk saling melengkapi dengan yang sudah dilakukan bupati dan wali kota di berbagai titik. Harapannya sama-sama memaksimalkan stabilisasi harga karena menjelang Lebaran ada kecenderungan dinamika harga,” ujar Khofifah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Iwan, menyebut kegiatan di Kabupaten Madiun tersebut merupakan pasar murah ke-58 yang digelar selama Ramadan.
Menurutnya, program ini menjadi salah satu langkah Pemprov Jatim untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Pasar murah hari ini adalah yang ke-58 selama Ramadan. Ini salah satu program Ibu Gubernur untuk stabilisasi harga menjelang Idul Fitri,” kata Iwan.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual jauh di bawah harga pasar. Telur ayam ras yang biasanya sekitar Rp30 ribu per kilogram dijual Rp22 ribu, beras Rp55 ribu per kemasan, dan daging ayam yang biasanya Rp42 ribu dijual Rp30 ribu per kilogram.
Selisih harga tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama saat kebutuhan meningkat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Iwan menambahkan beberapa komoditas seperti cabai rawit, ayam, dan telur ayam turut mempengaruhi inflasi di Jawa Timur. Karena itu pemerintah terus melakukan berbagai langkah pengendalian agar harga tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), salah satunya melalui pasar murah.
Untuk membeli bahan pokok di pasar murah, warga tidak perlu membawa persyaratan khusus. Masyarakat cukup mengambil kupon yang disediakan panitia di lokasi.
Warga Desa Kaibon pun tampak antusias memanfaatkan program tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu karena bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Lebaran. (ivan)