SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat perbaikan infrastruktur jalan melalui program bantuan aspal drum.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pemeliharaan jalan kabupaten dan desa, terutama untuk perbaikan cepat seperti penambalan jalan berlubang. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (17/3/2026).
“Dengan dukungan aspal dari Pemprov dan agregat dari pemerintah kabupaten maupun desa, pemeliharaan jalan seperti penambalan lubang bisa dilakukan lebih cepat sehingga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dapat meningkat,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (16/3).
Program pembinaan jalan kabupaten melalui bantuan aspal drum ini mulai dijalankan sejak 2024 sebagai langkah strategis untuk mempercepat perbaikan jalan di berbagai daerah di Jawa Timur.
Pada tahun pertama pelaksanaan program, Pemprov Jawa Timur menyalurkan lebih dari 1.500 drum aspal kepada empat kabupaten sebagai tahap awal.
Kemudian pada 2025, jumlah bantuan meningkat signifikan menjadi lebih dari 5.300 drum aspal yang disalurkan kepada 20 kabupaten di Jawa Timur.
Memasuki 2026, dari total rencana bantuan 7.000 drum aspal, sebanyak 2.500 drum telah disalurkan lebih awal kepada sejumlah kabupaten dan kota yang menjadi prioritas perbaikan jalan.
Menurut Khofifah, peningkatan alokasi bantuan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mempercepat pemeliharaan infrastruktur jalan di tingkat daerah.
“Perbaikan jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan program ini kita ingin memastikan aksesibilitas masyarakat semakin baik sehingga mobilitas dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih lancar,” katanya.
Berdasarkan perhitungan teknis, total bantuan aspal drum yang disalurkan sejak 2024 hingga 2026 diperkirakan mampu memperbaiki jalan kabupaten dan desa seluas sekitar 485.000 meter persegi.
Dengan asumsi lebar rata-rata jalan sekitar lima meter, program tersebut setara dengan perbaikan hampir 100 kilometer ruas jalan di berbagai wilayah Jawa Timur.
Khofifah menegaskan, perbaikan infrastruktur jalan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi barang.
“Ketika jalan semakin baik, distribusi barang dan mobilitas masyarakat juga semakin lancar. Ini tentu akan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan di daerah,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa dapat terus diperkuat agar perbaikan infrastruktur jalan dapat dilakukan secara lebih cepat dan merata di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan kerja bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten dan desa, kita bisa menghadirkan infrastruktur yang lebih baik bagi masyarakat Jawa Timur,” kata Khofifah. (ivan)